Empat karya film pendek buatan sineas Indonesia akan diputar dalam program bergengsi Cannes Critics' Week 2026. Film‑film tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas negara yang difasilitasi oleh Next Step Studio, inisiatif yang memberi ruang bagi para pembuat film muda untuk bersinergi dan menembus panggung internasional.
Program ini menjadi bagian dari edisi ke‑65 Critics' Week, yang berlangsung dari 13 hingga 21 Mei 2026 bersamaan dengan Festival Film Cannes. Setiap film berdurasi sekitar 14–17 menit, ditulis dan disutradarai bersama oleh empat sutradara Indonesia dan empat sutradara dari luar negeri.
Produksi dipimpin oleh Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma, dan Dominique Welinski, yang sekaligus bertindak sebagai kurator. Berbagai rumah produksi lokal seperti Visinema Pictures, VMS Studio, Navvaros Entertainment, dan Arungi Films turut mendukung proyek ini. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.
Next Step Studio merupakan kelanjutan dari konsep La Factory yang digagas oleh Directors' Fortnight sejak 2013. Setiap tahunnya, program ini berpindah negara dan mempertemukan delapan sineas muda (empat lokal, empat internasional) untuk menulis serta menyutradarai empat film pendek berdurasi sekitar 15 menit. Sebelumnya, program serupa telah melibatkan sineas dari Taiwan, Chile, Finlandia, Denmark, Afrika Selatan, Lebanon, Tunisia, Balkan, Portugal, Filipina, hingga Brasil. Lebih dari 80 pembuat film telah berpartisipasi, menghasilkan hampir 50 debut film panjang.
Berikut rangkuman keempat film yang akan diputar:
- Holy Crowd – Disutradarai bersama oleh Reza Fahriyansyah (Indonesia) dan Ananth Subramaniam (Malaysia). Film ini mengisahkan Ratna yang bangkit kembali setelah dikuburkan, dengan tubuhnya yang bisu melakukan penyembuhan misterius. Suaminya, Arif, menjadi sorotan di tengah kerumunan yang semakin membesar, menyoroti benturan antara iman dan eksploitasi.
Penayangan di Cannes Critics' Week diharapkan membuka peluang lebih luas bagi sineas Indonesia untuk dikenal di kancah internasional dan memperkuat jaringan kolaborasi kreatif lintas budaya.