Rekrutmen Besar-besaran KKP: 20 Ribu Awak Kapal Dibutuhkan untuk Modernisasi Armada Nasional

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi membuka proses rekrutmen massal untuk awak kapal perikanan (AKP) demi mendukung program modernisasi armada nasional. Total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 20.094 orang, yang akan mengoperasikan 1.582 unit kapal perikanan yang direncanakan selesai pada tahun 2028.

Gambar 1

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa modernisasi ini tidak hanya melibatkan pembangunan kapal baru, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan teknis sesuai standar kapal modern. "Implementasi program ini memerlukan lebih kurang 20 ribu awak kapal untuk mengoperasikan armada baru, yang pada gilirannya akan melibatkan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistem perikanan," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Rincian kebutuhan awak kapal terbagi berdasarkan ukuran kapal: sekitar 10.000 personel untuk kapal berukuran 30 gross ton (GT), 9.469 untuk kapal 200 GT, dan 625 untuk kapal 500 GT. Dari total tersebut, diperlukan 1.582 nakhoda, 577 fishing master, 1.582 kepala kamar mesin, 4.935 perwira, serta 11.418 anak buah kapal.

Proses rekrutmen akan dilaksanakan secara bertahap selama 2026. Pendaftaran dibuka mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 27 Juli 2026. Pelatihan dan sertifikasi bagi peserta yang lolos dijadwalkan antara 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026, sedangkan penempatan awak kapal akan berlangsung 1 November hingga 23 Desember 2026.

Program modernisasi mencakup pembangunan 1.000 kapal berukuran 30 GT, 557 kapal 200 GT, 20 kapal 500 GT, serta 5 kapal pengangkut 500 GT. Kapal kecil akan diintegrasikan dalam program Kampung Nelayan Merah Putih dan dikelola oleh koperasi desa atau kelurahan, sementara kapal besar akan beroperasi di laut lepas bersama BUMN sektor perikanan, Agrinas Jaladri Nusantara.

Dukungan internasional juga tercapai; dalam kunjungan kenegaraan ke London pada 20 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kerja sama dengan pemerintah Inggris untuk pembangunan kapal penangkap ikan, bagian dari investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling (sekitar Rp 91,6 triliun).

KKP berharap lowongan ini dapat diisi oleh lulusan sekolah pelayaran dan politeknik perikanan dalam negeri, guna memperkuat kemandirian serta daya saing industri perikanan Indonesia.


source : kompas.com
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak